
BATAM — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) secara resmi menggelar Kepri ASEAN Business Forum 2025 di Harmoni One Hotel Batam yang berlansung selama tanggal 16 hingga 18 November 2025. Mengusung tema “Empowering Local Entrepreneurs”, forum ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan pelaku UMKM Kepri dengan perusahaan internasional, investor, serta jejaring bisnis dari negara-negara ASEAN.
Ketua Panitia Dr. Nolla Puspita Dewi, yang juga menjabat sebagai Manager Lembaga Inkubator Bisnis Merah Putih Kepri, menjelaskan bahwa persiapan Kepri ASEAN Business Forum 2025 dilakukan dengan sangat matang mengingat acara ini merupakan salah satu forum bisnis paling bergengsi di Kepulauan Riau. Ia menegaskan bahwa kolaborasi seluruh tim, pemerintah daerah, dan berbagai pihak pendukung menjadi kunci terselenggaranya kegiatan berskala internasional ini. “Persiapan Kepri ASEAN Business Forum 2025 melibatkan kerja keras seluruh tim selama berbulan-bulan. Kami memastikan setiap detail, mulai dari teknis acara, kurasi tenant UMKM, hingga koordinasi dengan perusahaan asing berjalan maksimal. Ini bukan sekadar acara, tetapi momentum besar bagi UMKM Kepri untuk tampil di panggung internasional,” ujar Dr. Nolla.
Lebih lanjut, Dr. Nolla menegaskan bahwa sebagai lembaga inkubator bisnis, Inbis Merah Putih Kepri memiliki peran penting dalam memastikan kesiapan UMKM yang tampil dalam forum ini. Melalui pelatihan, pendampingan, dan proses kurasi produk, pihaknya memastikan bahwa tenant yang dihadirkan mewakili kualitas terbaik UMKM Kepri. “Kami ingin UMKM Kepri tidak hanya tampil, tetapi mampu berbicara banyak di kancah ASEAN. Dengan pembinaan yang tepat, kami pastikan mereka siap untuk berkompetisi dan berjejaring dengan mitra global,” tambahnya.
Acara berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian kegiatan meliputi Gala Dinner, Expo UMKM, Seminar Internasional, hingga Business Matching yang dirancang khusus untuk membuka peluang kolaborasi bisnis lintas negara.
Tokoh Penting Hadir di Acara Pembukaan
Sejumlah pejabat dan figur berpengaruh hadir untuk mendukung penguatan ekosistem UMKM Kepri. Hadir memberikan sambutan:
- Gubernur Kepulauan Riau, yang membuka acara secara resmi melalui pemukulan gong.
- Wali Kota Batam, memberikan sambutan sekaligus apresiasi terhadap pelaku usaha lokal.
- Kepala Dinas Koperasi & UKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, SSTP., M.Si, menyampaikan laporan dan harapan terhadap pemberdayaan UMKM.
- Perwakilan Pemerintah Provinsi Kepri dalam sesi Seminar Internasional.
- Miss Lidya, perwakilan delegasi internasional, yang menyampaikan pesan kolaborasi ASEAN.
- Narasumber internasional, pembicara utama sesi seminar.
Selain itu, perusahaan-perusahaan Internasional dari Singapura, Malaysia, Taiwan, Turki, dan Myanmar juga hadir untuk menjajaki peluang kerja sama.
Visi Acara: Menjadikan Kepri Hub Bisnis ASEAN
Kepri ASEAN Business Forum 2025 bertujuan untuk:
- Mendorong UMKM Kepri memasuki pasar global melalui business matching dan pitching bisnis.
- Meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM melalui seminar transformasi digital.
- Membangun jejaring bisnis internasional antara pelaku usaha Indonesia dan perusahaan asing.
- Memperkuat posisi Kepri sebagai gerbang ekonomi Asia Tenggara.
- Menghubungkan pemerintah, investor, dan UMKM dalam satu ekosistem kolaboratif yang saling menguatkan.
Perusahaan Internasional yang Berpartisipasi
Acara ini dihadiri 15 perusahaan internasional, antara lain:
- Finexus Pte Ltd (Singapura)
- Tujuh Ratu Empire (Malaysia)
- Afainz Beauty (Malaysia)
- Maison Mein (Malaysia)
- One Way Beauty & Fuji Creation (Taiwan)
- JNC Royale Pte Ltd (Singapura)
- Doc@Asia Pte Ltd (Singapura)
- Rins Co. Ltd (Taiwan)
- Sunfloret Pte Ltd (Singapura)
- Aliyah Rizq Pte Ltd (Singapura)
- Luxovera Global (Turki)
- 3D Engineering Pte Ltd (Singapura)
- Intellexicon Studio Singapore (Singapura)
- Fleur Foyage (Singapura)
- Royal Queen (Myanmar)
Kehadiran perusahaan ini membuka kesempatan besar bagi UMKM lokal untuk melakukan negosiasi bisnis dan ekspansi ke pasar ASEAN.
UMKM Indonesia: Tenant Inbis Merah Putih Menghadirkan 20 Brand Lokal.
Sebanyak 20 tenant UMKM Indonesia turut memeriahkan expo, di antaranya:
Rumah Batik Bintan, Queens Mushroom, Roti Cabiak Pak Itam, Tudung Manto by Warisan Emak, Kirumi Craft, Isna Puring, Nila Hibali, Prama’s Farm, Koperasi Radja Isa, Radisa Travel, Bandar Kelapa Natuna, Dapoer 3G, Dekranasda Provinsi Kepri, Ladang Laut Pengujan, PT GTU Logistik, Serikat Usaha Muhammadiyah Batam, PIB Universitas Batam, Penggilingan Bakso Cak Noer, dan Rumah Tahu Lancang Kuning.
Produk yang ditampilkan meliputi batik, kuliner khas, kriya, fashion, pengolahan hasil laut, hingga produk inovatif UMKM daerah.
Rangkaian Acara 3 Hari
16 November 2025 — Gala Dinner
Acara pembuka berlangsung meriah dengan live music, fashion show UMKM, tarian budaya, serta sambutan dari para pejabat dan delegasi internasional.
17 November 2025 — Expo Day 1
Menampilkan pembukaan resmi oleh Gubernur Kepri, visit booth bersama delegasi asing, presentasi perusahaan global, hingga kompetisi pitching UMKM inovatif.
18 November 2025 — Expo Day 2 & Seminar Internasional
Meliputi seminar transformasi digital UMKM ASEAN, keynote entrepreneurial mindset, business matching, konsultasi pembiayaan dan ekspor, hingga penandatanganan MoU.
Acara ditutup dengan pengumuman pemenang booth terbaik dan produk terinovatif Expo 2025.
Kepri Siap Menjadi Magnet Ekonomi Baru ASEAN
Dengan kolaborasi antarnegara, kehadiran perusahaan internasional, dan antusiasme UMKM lokal, Kepri ASEAN Business Forum 2025 menjadi momentum penting dalam menguatkan posisi Kepri sebagai pusat kegiatan bisnis dan investasi di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah berharap acara ini dapat membawa dampak nyata bagi perluasan pasar UMKM Kepri dan peningkatan daya saing ekonomi daerah.
