Hari Pertama Kepri ASEAN Business Forum 2025: Pembukaan Resmi, Penandatanganan MoU, dan Presentasi Perusahaan Global Warnai Jalannya Acara

BATAM – Hari pertama Kepri ASEAN Business Forum 2025 pada tanggal 17 November berlangsung sukses dan meriah dengan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mempertemukan UMKM Kepulauan Riau dengan para investor, mitra bisnis internasional, serta perusahaan global dari berbagai negara ASEAN.

Pembukaan acara dipimpin langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, yang diwakilkan oleh Guntur Sakti, Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau. Beliau secara resmi membuka forum melalui prosesi pemukulan gong, yang menandai dimulainya kegiatan expo dan forum bisnis berskala internasional ini. Para peserta, tamu kehormatan, dan delegasi luar negeri menyambut pembukaan tersebut dengan penuh antusias.

Penandatanganan MoU: Penguatan Jejaring UMKM Kepri ke Tingkat Internasional

Salah satu momen penting pada hari pertama adalah dilaksanakannya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Lembaga Inkubator Bisnis Merah Putih Kepri yang di nahkodai oleh Dr. Nolla Puspita Dewi selaku Manager dan sejumlah mitra bisnis dari dalam serta luar negeri. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jaringan kerja sama, membuka peluang ekspor, serta memperkuat pendampingan usaha bagi pelaku UMKM Kepri.

Kesepakatan ini disaksikan oleh delegasi perusahaan asing dari Singapura, Malaysia, Taiwan, Turki, hingga Myanmar, menegaskan komitmen bersama dalam mendorong UMKM Kepri memasuki ekosistem bisnis ASEAN.


Pernyataan Kepala Dinas Koperasi & UKM Provinsi Kepri

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, SSTP., M.Si., turut memberikan apresiasi atas terlaksananya forum ini. Ia menjelaskan bahwa pembentukan Lembaga Inkubator Bisnis Merah Putih Kepri merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menghadirkan wadah pembinaan yang berkelanjutan bagi UMKM.

Menurutnya, melalui inkubator ini para pelaku UMKM dapat memperoleh pendampingan, mentoring, serta penguatan kapasitas agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Ia juga menyampaikan harapan agar Kepri ASEAN Business Forum dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing pelaku usaha di Kepulauan Riau.

Rangkaian Kegiatan Hari Pertama Berjalan Interaktif dan Produktif

Setelah sesi pembukaan dan penandatanganan MoU, kegiatan berlanjut dengan presentasi dari perusahaan-perusahaan asing yang memperkenalkan profil perusahaan, layanan, serta peluang kolaborasi yang dapat dijajaki oleh UMKM Kepri. Sesi ini menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk memahami kebutuhan pasar internasional sekaligus menggali potensi kerja sama lintas negara.

Setelah sesi presentasi perusahaan asing, acara dilanjutkan dengan Talkshow “ Strategi Penetrasi Pasar Lokal & Nasional ” yang dibawakan oleh M. Sadmi Al-Qoyyum dari D’Sayur , salah satu perusahaan dalam negeri yang telah berhasil memperluas distribusi ke berbagai wilayah. Sesi berikutnya adalah Talkshow “ Penetrasi Pasar Global ”, yang menghadirkan narasumber dari kalangan pelaku usaha dan mitra internasional, oleh beberapa Narasumber Perusahan Asing yang memberikan wawasan mengenai strategi agar UMKM dapat memasuki pasar ekspor dan rantai pasok global.

Setelah rangkaian talkshow, kegiatan berlanjut dengan Kompetisi Pitching Produk UMKM Inovatif, yang diikuti oleh 10 finalis tenant terpilih dari Inbis Merah Putih Kepri. Para peserta mempresentasikan inovasi dan keunggulan produk mereka di hadapan dewan juri, investor, dan perwakilan perusahaan asing. Pada akhir sesi, tiga finalis terbaik hari pertama diumumkan oleh Dewan Juri.

Forum hari pertama kemudian ditutup dengan sesi networking dan hiburan musik, memberikan kesempatan bagi peserta untuk melanjutkan diskusi bisnis secara informal sekaligus memperkuat hubungan antarpelaku usaha.

Momentum Awal yang Kuat bagi Kolaborasi UMKM dan Mitra ASEAN

Secara keseluruhan, hari pertama Kepri ASEAN Business Forum 2025 memberikan momentum awal yang kuat bagi UMKM Kepri untuk memperluas jaringan, memperkenalkan produk unggulan, serta membangun kemitraan berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan regional. Dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun delegasi internasional, forum ini menjadi langkah signifikan dalam memperkuat posisi Kepri sebagai pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di kawasan Asia Tenggara.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top