Author name: admin

EVENT, NEWS

Hari Penutupan Kepri ASEAN Business Forum 2025: Seminar Internasional, Networking, dan Business Matching Hasilkan Kesepakatan 3,7 Miliar Rupiah

BATAM – Hari penutupan Kepri ASEAN Business Forum 2025 berlangsung dengan agenda yang padat dan produktif, menegaskan komitmen Kepulauan Riau dalam mendorong UMKM untuk naik kelas dan memasuki pasar internasional. Kegiatan penutupan ini dihadiri oleh Irwansyah Putra Panjaitan, S.STP, M.Si. , Asisten Deputi Inkubasi dan Digitalisasi Wirausaha Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, yang sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program pengembangan UMKM di Kepri. Dalam sambutannya, Irwansyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum bisnis berskala ASEAN ini dan menegaskan bahwa transformasi digital, penguatan kapasitas, serta kemitraan strategis lintas negara merupakan kunci utama bagi UMKM Indonesia untuk mampu bersaing di tingkat global. Seminar Internasional: Digital Transformation for SMEs in ASEAN Agenda penutupan diawali dengan Seminar Internasional bertema “ Digital Transformation for SMEs in ASEAN ”, yang menghadirkan narasumber nasional dan internasional. Seminar ini membahas berbagai strategi pemanfaatan teknologi digital, adaptasi bisnis, serta peluang ekonomi digital yang dapat dimanfaatkan UMKM dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di kawasan Asia Tenggara. Setelah sesi seminar, acara dilanjutkan dengan Networking Booth, yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi langsung dengan perusahaan, investor, dan mitra bisnis dari berbagai negara. Business Matching: Kesepakatan Transaksi Mencapai 3,7 Miliar Rupiah Salah satu rangkaian kegiatan paling penting pada hari penutupan adalah Business Matching, yang menghadirkan tenant binaan Lembaga Inkubator Bisnis Merah Putih Kepri bersama mitra bisnis dari dalam dan luar negeri. Pada sesi ini, dilakukan one-on-one meeting antara UMKM dan calon buyer untuk menjajaki peluang kerja sama ekspor, distribusi, dan penguatan pasar. Sesi business matching berlangsung kurang lebih dua jam dan menghasilkan capaian signifikan berupa kesepakatan transaksi bisnis senilai 3 ,7 miliar rupiah. Nilai ini mencerminkan tingginya potensi produk UMKM Kepri untuk memasuki pasar internasional dan mendapatkan kepercayaan dari mitra bisnis ASEAN. Momen penandatanganan kesepakatan kerja sama tersebut berlangsung dengan penuh antusias dan disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, SSTP., M.Si. Para tenant UMKM binaan Inbis Merah Putih Kepri bersama mitra bisnis dari dalam maupun luar negeri tampak menunjukkan dokumen kesepakatan yang telah ditandatangani, menandai terbentuknya kolaborasi baru dalam upaya memperluas jaringan pemasaran hingga ke pasar ekspor. Kehadiran Kadis Koperasi sebagai saksi resmi menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap keberlanjutan kemitraan ini dan harapan agar kerja sama tersebut memberikan dampak ekonomi nyata bagi UMKM Kepri. Pernyataan Dr. Nolla Puspita dewi Tentang Transaksi 3,7 Miliar Rupiah Mengawal dan mendampingi langsung para tenant selama proses business matching, Dr. Nolla Puspita Dewi, selaku Ketua Panitia sekaligus Manager Lembaga Inkubator Bisnis Merah Putih Kepri, menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian transaksi yang berhasil diraih. Ia mengungkapkan bahwa nilai kesepakatan sebesar 3,7 miliar rupiah tersebut melampaui ekspektasi manajemen, terlebih karena ini merupakan kali pertama Lembaga Inkubator Bisnis Merah Putih Kepri menyelenggarakan forum bisnis berskala internasional. Dr. Nolla juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra bisnis, baik dari dalam maupun luar negeri, yang telah memberikan dukungan penuh pada kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi dan kepercayaan tersebut akan semakin memotivasi para pelaku UMKM Kepri untuk terus berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha mereka, meskipun banyak di antaranya masih berada pada kategori usaha mikro. Kepri Menegaskan Posisi sebagai Pusat Kolaborasi Ekonomi ASEAN Dengan terlaksananya seminar internasional, networking session, hingga keberhasilan business matching, hari penutupan Kepri ASEAN Business Forum 2025 menjadi penegas bahwa Kepulauan Riau memiliki potensi besar sebagai hub kolaborasi bisnis dan perdagangan internasional. Forum tahun ini tidak hanya mempertemukan pelaku UMKM dengan investor dan mitra global, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Provinsi Kepri berharap capaian forum ini dapat menjadi pijakan untuk menggelar agenda rutin tahunan, sekaligus memperkuat posisi Kepri dalam peta bisnis ASEAN dan mendorong UMKM semakin siap bersaing di pasar global.

EVENT, NEWS

Hari Pertama Kepri ASEAN Business Forum 2025: Pembukaan Resmi, Penandatanganan MoU, dan Presentasi Perusahaan Global Warnai Jalannya Acara

BATAM – Hari pertama Kepri ASEAN Business Forum 2025 pada tanggal 17 November berlangsung sukses dan meriah dengan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mempertemukan UMKM Kepulauan Riau dengan para investor, mitra bisnis internasional, serta perusahaan global dari berbagai negara ASEAN. Pembukaan acara dipimpin langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, yang diwakilkan oleh Guntur Sakti, Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau. Beliau secara resmi membuka forum melalui prosesi pemukulan gong, yang menandai dimulainya kegiatan expo dan forum bisnis berskala internasional ini. Para peserta, tamu kehormatan, dan delegasi luar negeri menyambut pembukaan tersebut dengan penuh antusias. Penandatanganan MoU: Penguatan Jejaring UMKM Kepri ke Tingkat Internasional Salah satu momen penting pada hari pertama adalah dilaksanakannya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Lembaga Inkubator Bisnis Merah Putih Kepri yang di nahkodai oleh Dr. Nolla Puspita Dewi selaku Manager dan sejumlah mitra bisnis dari dalam serta luar negeri. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jaringan kerja sama, membuka peluang ekspor, serta memperkuat pendampingan usaha bagi pelaku UMKM Kepri. Kesepakatan ini disaksikan oleh delegasi perusahaan asing dari Singapura, Malaysia, Taiwan, Turki, hingga Myanmar, menegaskan komitmen bersama dalam mendorong UMKM Kepri memasuki ekosistem bisnis ASEAN. Pernyataan Kepala Dinas Koperasi & UKM Provinsi Kepri Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, SSTP., M.Si., turut memberikan apresiasi atas terlaksananya forum ini. Ia menjelaskan bahwa pembentukan Lembaga Inkubator Bisnis Merah Putih Kepri merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menghadirkan wadah pembinaan yang berkelanjutan bagi UMKM. Menurutnya, melalui inkubator ini para pelaku UMKM dapat memperoleh pendampingan, mentoring, serta penguatan kapasitas agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Ia juga menyampaikan harapan agar Kepri ASEAN Business Forum dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing pelaku usaha di Kepulauan Riau. Rangkaian Kegiatan Hari Pertama Berjalan Interaktif dan Produktif Setelah sesi pembukaan dan penandatanganan MoU, kegiatan berlanjut dengan presentasi dari perusahaan-perusahaan asing yang memperkenalkan profil perusahaan, layanan, serta peluang kolaborasi yang dapat dijajaki oleh UMKM Kepri. Sesi ini menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk memahami kebutuhan pasar internasional sekaligus menggali potensi kerja sama lintas negara. Setelah sesi presentasi perusahaan asing, acara dilanjutkan dengan Talkshow “ Strategi Penetrasi Pasar Lokal & Nasional ” yang dibawakan oleh M. Sadmi Al-Qoyyum dari D’Sayur , salah satu perusahaan dalam negeri yang telah berhasil memperluas distribusi ke berbagai wilayah. Sesi berikutnya adalah Talkshow “ Penetrasi Pasar Global ”, yang menghadirkan narasumber dari kalangan pelaku usaha dan mitra internasional, oleh beberapa Narasumber Perusahan Asing yang memberikan wawasan mengenai strategi agar UMKM dapat memasuki pasar ekspor dan rantai pasok global. Setelah rangkaian talkshow, kegiatan berlanjut dengan Kompetisi Pitching Produk UMKM Inovatif, yang diikuti oleh 10 finalis tenant terpilih dari Inbis Merah Putih Kepri. Para peserta mempresentasikan inovasi dan keunggulan produk mereka di hadapan dewan juri, investor, dan perwakilan perusahaan asing. Pada akhir sesi, tiga finalis terbaik hari pertama diumumkan oleh Dewan Juri. Forum hari pertama kemudian ditutup dengan sesi networking dan hiburan musik, memberikan kesempatan bagi peserta untuk melanjutkan diskusi bisnis secara informal sekaligus memperkuat hubungan antarpelaku usaha. Momentum Awal yang Kuat bagi Kolaborasi UMKM dan Mitra ASEAN Secara keseluruhan, hari pertama Kepri ASEAN Business Forum 2025 memberikan momentum awal yang kuat bagi UMKM Kepri untuk memperluas jaringan, memperkenalkan produk unggulan, serta membangun kemitraan berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan regional. Dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun delegasi internasional, forum ini menjadi langkah signifikan dalam memperkuat posisi Kepri sebagai pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di kawasan Asia Tenggara.

EVENT, NEWS

Kepri ASEAN Business Forum 2025 Resmi Digelar: Perkuat Kolaborasi Bisnis ASEAN dan Dorong UMKM Go Global.

BATAM — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) secara resmi menggelar Kepri ASEAN Business Forum 2025 di Harmoni One Hotel Batam yang berlansung selama tanggal 16 hingga 18 November 2025. Mengusung tema “Empowering Local Entrepreneurs”, forum ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan pelaku UMKM Kepri dengan perusahaan internasional, investor, serta jejaring bisnis dari negara-negara ASEAN. Ketua Panitia Dr. Nolla Puspita Dewi, yang juga menjabat sebagai Manager Lembaga Inkubator Bisnis Merah Putih Kepri, menjelaskan bahwa persiapan Kepri ASEAN Business Forum 2025 dilakukan dengan sangat matang mengingat acara ini merupakan salah satu forum bisnis paling bergengsi di Kepulauan Riau. Ia menegaskan bahwa kolaborasi seluruh tim, pemerintah daerah, dan berbagai pihak pendukung menjadi kunci terselenggaranya kegiatan berskala internasional ini. “Persiapan Kepri ASEAN Business Forum 2025 melibatkan kerja keras seluruh tim selama berbulan-bulan. Kami memastikan setiap detail, mulai dari teknis acara, kurasi tenant UMKM, hingga koordinasi dengan perusahaan asing berjalan maksimal. Ini bukan sekadar acara, tetapi momentum besar bagi UMKM Kepri untuk tampil di panggung internasional,” ujar Dr. Nolla. Lebih lanjut, Dr. Nolla menegaskan bahwa sebagai lembaga inkubator bisnis, Inbis Merah Putih Kepri memiliki peran penting dalam memastikan kesiapan UMKM yang tampil dalam forum ini. Melalui pelatihan, pendampingan, dan proses kurasi produk, pihaknya memastikan bahwa tenant yang dihadirkan mewakili kualitas terbaik UMKM Kepri. “Kami ingin UMKM Kepri tidak hanya tampil, tetapi mampu berbicara banyak di kancah ASEAN. Dengan pembinaan yang tepat, kami pastikan mereka siap untuk berkompetisi dan berjejaring dengan mitra global,” tambahnya. Acara berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian kegiatan meliputi Gala Dinner, Expo UMKM, Seminar Internasional, hingga Business Matching yang dirancang khusus untuk membuka peluang kolaborasi bisnis lintas negara. Tokoh Penting Hadir di Acara Pembukaan Sejumlah pejabat dan figur berpengaruh hadir untuk mendukung penguatan ekosistem UMKM Kepri. Hadir memberikan sambutan: Selain itu, perusahaan-perusahaan Internasional dari Singapura, Malaysia, Taiwan, Turki, dan Myanmar juga hadir untuk menjajaki peluang kerja sama. Visi Acara: Menjadikan Kepri Hub Bisnis ASEAN Kepri ASEAN Business Forum 2025 bertujuan untuk: Perusahaan Internasional yang Berpartisipasi Acara ini dihadiri 15 perusahaan internasional, antara lain: Kehadiran perusahaan ini membuka kesempatan besar bagi UMKM lokal untuk melakukan negosiasi bisnis dan ekspansi ke pasar ASEAN. UMKM Indonesia: Tenant Inbis Merah Putih Menghadirkan 20 Brand Lokal. Sebanyak 20 tenant UMKM Indonesia turut memeriahkan expo, di antaranya: Rumah Batik Bintan, Queens Mushroom, Roti Cabiak Pak Itam, Tudung Manto by Warisan Emak, Kirumi Craft, Isna Puring, Nila Hibali, Prama’s Farm, Koperasi Radja Isa, Radisa Travel, Bandar Kelapa Natuna, Dapoer 3G, Dekranasda Provinsi Kepri, Ladang Laut Pengujan, PT GTU Logistik, Serikat Usaha Muhammadiyah Batam, PIB Universitas Batam, Penggilingan Bakso Cak Noer, dan Rumah Tahu Lancang Kuning. Produk yang ditampilkan meliputi batik, kuliner khas, kriya, fashion, pengolahan hasil laut, hingga produk inovatif UMKM daerah. Rangkaian Acara 3 Hari 16 November 2025 — Gala DinnerAcara pembuka berlangsung meriah dengan live music, fashion show UMKM, tarian budaya, serta sambutan dari para pejabat dan delegasi internasional. 17 November 2025 — Expo Day 1Menampilkan pembukaan resmi oleh Gubernur Kepri, visit booth bersama delegasi asing, presentasi perusahaan global, hingga kompetisi pitching UMKM inovatif. 18 November 2025 — Expo Day 2 & Seminar InternasionalMeliputi seminar transformasi digital UMKM ASEAN, keynote entrepreneurial mindset, business matching, konsultasi pembiayaan dan ekspor, hingga penandatanganan MoU. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang booth terbaik dan produk terinovatif Expo 2025. Kepri Siap Menjadi Magnet Ekonomi Baru ASEAN Dengan kolaborasi antarnegara, kehadiran perusahaan internasional, dan antusiasme UMKM lokal, Kepri ASEAN Business Forum 2025 menjadi momentum penting dalam menguatkan posisi Kepri sebagai pusat kegiatan bisnis dan investasi di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah berharap acara ini dapat membawa dampak nyata bagi perluasan pasar UMKM Kepri dan peningkatan daya saing ekonomi daerah.

Scroll to Top